KISAH DUA BUKU (Part 2)

Maret 8, 2011 § 26 Komentar

Bismillahirrahmanirrahiim. . .

Setelah mengahdirkan kisah buku pertama yang judunya saja sudah membuat hati saya meronta-ronta, sekarang waktunya berbagi kisah buku kedua.

Kisah buku kedua ini terjadi siang hari kemarin. Diawali dari rekreasi saya ke kantor-kantor pemerintah daerah demi mendapat data yang dibutuhkan untuk tugas akhir saya. Setelah selesai, kantong celana bergetar tanda ada sms masuk, saya liat handphone ternyata dari seorang teman seperjuangan tugas akhir yang sedang mencari data pula.

Singkat cerita, kami janjian untuk makan siang bersama. Berhubung dia masih diperjalanan sedang saya sudah didekat tempat makan, jadi saya harus menunggu terlebih dahulu. Sejenak meluaskan pandangan mencari tempat teduh untuk menunggu teman. Pilihan pun jatuh pada sebuah toko buku tepat di depan saya.

Tanpa niat khusus membeli buku, saya pun melangkah masuk. Itu niat awalnya. Namun, setetlah masuk dan disuguhi berbagai macam buku niat membeli muncul juga akhirnya. Secara bijaksana dan intelek, saya sambangi rak bertuliskan “EKONOMI”. Saya mencari-cari buku referensi yang cocok untuk tugas akhir saya. AHA! Ketemu satu buku yang cocok untuk saya jadikan referensi tugas akhir, tapi sayang harganya tak cocok. Huuufft.

Kecewa di rak ekonomi saya beralih ke rak lain dan sampai pada rak favorit saya, buku-buku islami. “Hmmm….hmmm…..hmm….buku apa ya yang menarik?” hampir 10 menit saya berkata seperti itu dalam hati. Beberapa buku yang saya harapkan ada ternyata tak ada di toko buku itu. Berarti memang bukan rezeki saya dan rezeki si empunya toko buku.

Beranjak ingin keluar dari toko buku tiba-tiba mata saya sepintas melihat sebuah buku. Buku yang posisinya mirip sekali dengan posisi buku satu yang saya ceritkan sebelumnya. Di bawah, diapit buku-buku lain, dan yang ini diperparah karena jumlahnya bukunya hanya 1 eksemplar. Saya ambil buku itu dan menatapnya dalam-dalam. “Beli? Gak? Beli? Gak?” Belum pernah saya membeli buku dengan tema seperti ini. Keraguan mulai hinggap. Ok! Untuk membabat habis keraguan saya berkeliling toko buku itu sekali lagi untuk mencari “buku pengalih”. Maksudnya, buku lain yang akan menggantikan buku yang sedang saya ragukan ini. Ternyata, “buku pengalih” itu pun tak ada. Tak ada buku lain yang sanggup mematahkan pesona buku yang sedang saya pegang ini. Baiklah, saya beli saja buku ini. Semoga bermanfaat. . .

Kalau di kisah sebelumnya saya khawatir akan reaksi cowok-cowok rumpi dan mba kasir, kali ini dengan buku ini, saya khawatir dengan reaksi ibunda tercinta dan dua kakak perempuan saya yang tercinta pula. Qo bisa? Ya gitu lah… Reaksi mereka akan lebih heboh dari reaksi ketika melihat buku Ma’alim Fii Ath-Thoriq yang bertuliskan “Buku Terlarang Versi Intelijen” yang pernah saya bawa pulang. Tapi tak apa lah, resikp harus saya hadapi. Baca buku ini secara diam-diam pun saya jalani.

Dan . . .

Tahukah kawan judul buku yang hanya tersisa satu dan berada pada posisi yang terpencil itu?

Tahukah kawan judul buku yang pesonanya tak bisa dikalahkan oleh buku-buku lain di toko buku tersebut?

Tahukah kawan judul buku yang akan membuat heboh Ibu dan kakak saya tercinta?

Buku itu berjudul, Kupinang Kau dengan Hamdalah karya Ustadz Faudzil Adhim.

Iklan

§ 26 Responses to KISAH DUA BUKU (Part 2)

Coretan Kawan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading KISAH DUA BUKU (Part 2) at Mutsaqqif.

meta

%d blogger menyukai ini: