Setetes Darah Juang

Maret 27, 2012 § 16 Komentar


Disini Negeri kami, tempat padi terhampar. Samuderanya.. kaya raya. Negeri kami subur Tuhan….

Di negeri permai ini, berjuta rakyat bersimbah luka. Anak kurus tak sekolah. Pemuda desa tak kerja

Mereka dirampas haknya, tergusur dan lapar. Bunda relakan darah juang kami

Tuk bebaskan rakyat

Padamu kami berjanji

Padamu kami berbakti

Melantunkan lagu ini di pagi tadi. Tak disangka, bulir air mata jatuh begitu saja. Terbayang perjuangan kawan-kawan di sana. Terpaksa turun ke jalan, menanggalkan baju kenyamanan dan seragam kenikmatan. Bisa saja mereka makan tenang, belajar pelajaran, tidur di kamar nyaman. Tapi bukan itu alasan mereka hidup. Hidup mereka adalah jejak perjuangan tuk bangsa. Meski cerca diterima, deraan terus terasa, dan asa terkadang menjauh. Tapi begitulah perjuangan, tak memberi kesempatan mengecap kemudahan.

Saat ini, gema penolakan itu membahana. Mengisi penuh ruang udara, menusuk masuk dalam dada. Namun entah! Apa telinga pemimpin kita akan menangkap gema ini. Atau hanya akan menjadi sepoi yang datang, lalu berlalu.

Rakyat tak pernah tahu apa itu analisis kebijakan, asumsi perekonomian, atau kebijakan anggaran. Meraka tak tahu. Mereka hanya tahu bahwa hidup adalah hitungan hari dan perjuangan tanpa henti untuk mencari sesuap nasi. Kemudahan hanya angan.

Teruntuk kawan-kawan seperjuangan, tetaplah dalam jalan kebenaran!

Teruskan langkah perjuangan!!

Iklan

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Maret, 2012 at Mutsaqqif.