Gak Bisa Ngantri Ya?

Juli 16, 2012 § 32 Komentar

Makan siang kali ini, menu pilihan saya jatuh pada masakan padang. Pedas dan penuh bumbu. Pas buat cuaca siang nan terik khas Jakarta. Seperti biasa, rumah makan dengan menu Masakan Padang yang saya tuju ramai pengunjung. Wajar lah, jam makan siang juga, pun antrian tak terlalu panjang. Saya pun masuk ke dalam dan bersiap mengantri.


Sibuk dan crowded, tapi masih terkendali lah. Sampai pada satu ketika, seseorang rapi bergaya parlente, ingin membayar apa yang sudah ia dan kawannya makan. Awalnya ia berdiri tepat di samping kiri saya. Keadaan berubah. Antrian mulai mengular, si pria bergaya parlente kesulitan dan mendapat antrian yang lumayan panjang dan rumit serta berisik. Seketika, si pria parlente menyalip tepat di depan saya. Dan dalam keadaan yang penuh seperti itu, jelas tubuh saya tersenggol tubuhnya yang bergeser tempat. Ngajak Ribut! Saya diamkan dulu sejenak, dia sadar gak ada ORANG di belakangnya. 1…2…3…4…5…ternyata dia gak menggubris. Saya bergeming. Tetap pada posisi. Diam sambil mengepalkan tangan. Menu makan siang bisa berubah dari Masakan Padang ke bogem mentah!


Ternyata memang orang itu bebal. Dicuekin aja gitu ORANG dibelakang yang disalipnya. Sampai dia selesai urusannya dengan kasir, nyelonong aja keluar. Mood makan siang berubah jadi mood ngehajar orang, mending saya keluar aja lah cari menu makan yang lain. Huuufffht. Gayanya rapi ala orang intelek, tapi etika ngantri aja gak ngerti. Ampun dah. Ammpuun….
Iklan

Salah Paham #4

Juli 12, 2012 § 56 Komentar

Setelah lama serial Salah Paham vakum, sekarang kembali lagi 😀

Check this out!

Dialog Ayah-Anak melalui pesan singkat elektronik:

Papah : “Ru, jum’at ini kamu pulang ga?”

Anak : “Gak pah, khan mau ke Karawang…”

Ayah : “Ru, kamu jadi sering ke Karawang? Emang orang Karawang ya…..? (nada setengah menuduh)

Anak : “lha? Khan baru sekali, itu juga heru mau jadi MC di resepsi temen pah..”

Ayah : “Yaudah kalau nyari, yang sayang juga sama papah ok? Jadi papah disayang sama dua orang: Mamah kamu dan menantu perempuan satu-satunya” (nada memojokkan)

Anak : “ ok dah sip!” (nada setengah cuek)

-_____________________________-“

Where Am I?

You are currently viewing the archives for Juli, 2012 at Mutsaqqif.