Berhenti Menulis

Mei 6, 2013 § 8 Komentar

Gambar

 

Berhenti menulis berarti berhenti membaca. Berhenti menulis berarti berhenti berpikir. Berhenti menulis berarti berhenti membagi cerita. Berhenti menulis berarti berhenti berjuang.

 

Bagi sebagian orang, berhenti menulis adalah perkara besar seperti yang tertulis di atas. Bagi sebagian yang lain, berhenti menulis adalah perkara remeh. Dan saya termasuk sebagian yang kedua. Berhenti menulis karena menganggap remeh menulis. Terlintas akan menyalahkan keadaan, tapi sayangnya keadaan tak berubah dengan disalahkan. Terbersit akan mengumpat si waktu yang berputar cepat, tapi sayangnya mengumpat waktu takkan memperlambatnya. Jadi sudahlah, kembali saja pada rumus dasarnya: Jika ingin menulis, maka menulislah!

Maka kali ini saya tobat. Segera menulis lagi, yang dengan itu saya akan membaca lagi, berpikir lagi, membagi cerita lagi, dan berjuang lagi.

“Saya merasa bahwa tulisan-tulisan para pejuang yang bebas, tidak semuanya hilang begitu saja, karena ia dapat membangunkan orang-orang yang tidur, membangkitkan semangat orang-orang yang tidak bergerak, dan menciptakan suatu arus kerakyatan yang mengarah kepada suatu tujuan tertentu,kendatipun belum mengkristal lagi dan belum jelas lagi.”

-Sayyid Quthb Rahimahullah-

 

sumber gambar: sini

Iklan

Tagged: ,

§ 8 Responses to Berhenti Menulis

Coretan Kawan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

What’s this?

You are currently reading Berhenti Menulis at Mutsaqqif.

meta

%d blogger menyukai ini: