Harap Tidak Melukai

Januari 8, 2013 § 20 Komentar

harap

“2013, saya akan mendatarkan harap”

Nada yang melemah atas sebuah perasaan kecewa dan terluka terhadap harap yang dipancang. Mungkin karena tak sampai pada hasil dari ujung harapan atau terseok menerus dalam menerima arah lain dari harap yang dipandang.

Benarkah harap itu akan melukai? Menggerus terus diri sampai pada kasta terbawah: pesimis lagi skeptis. Benarkah?

Harap takkan pernah melukai,  takkan sanggup mengecewakan, takkan bisa. Sebab kekuatan harapan itu bukan pencapaian pada hasil akhir. Bukan!

Tak terasakah? Ketika harap baru saja singgah, ada semangat yang menggelora di raungan kerasnya hari-hari

Tak sadarkah? Ketika harap digenggam, warna hidup tiba-tiba menjadi cerah di tengah rundung mendung yang bisu

Tak sampaikah? Ketika harap terenyuh dalam dada, maka tekad muncul memenuhi ruang gerak langkah hidup

Atas sebuah harapan, kita menjadi pribadi yang baru bahkan jauh sebelum harapan itu tercapai. Kenikmatan besar atas harapan adalah perjalanan proses.

Akankah kita menjadi hakim atas Yang Maha Adil? Karena harap tak sampai pada apa-apa yang kita anggap terbaik.

Teruslah berharap hanya karena Allah, hanya agar Dia lekat bersama kita. Dalam ucap optimis, langkah tegap, dan gerak lincah menapak jalan mencapai perubahan.

Jangan berharap atas hasil di ujung perjalanan, karena indahnya harap adalah pengalaman selama perjalanan.

*terus menasihati diri sendiri dan menulisnya untuk berbagi

wish

sumber gambar: di sini dan sini

Iklan

Candi Gedong Songo

Desember 14, 2012 § 35 Komentar

Dengan kamera hand phone seadanya, coba mengabadikan pemandangan di situs sejarah satu ini.

Gambar

Candi dengan komplek yang terpisah dan berada di dataran tinggi ini memang punya view yang tak biasa…

Gambar

Candi-candinya memang tak seperti Prambanan atau Borobudur, akan tepai hanya candi kecil yang berada terpisah, sebanyak 9 tingkat, semakin tinggi, pemandangannya semakin cantik.

Gambar

ada sarana angkutan kuda di sini, tetapi saya lebih memilih jalan kaki, selain bisa lebih menikmati pemandangan, juga lebih irit! hahaha

Gambar

Dengan sembilan tingkat dan candi yang ada, saya hanya sampai pada candi ke-3, waktu yang mengharuskan saya menunda pendakian dan pulang kembali ke Jakarta

ada sumber mata air panas juga di sini

Gambar

GambarGambar

jangan lupa narsis dulu dikit 😀

 

Gambar

narsis dikit lagi ah 😛

 

Gambarn

 

Gambar

Semoga ada kesempatan ke sini lagi untuk menuntaskan sampai ke candi 9…

Biar Malam Ini

Oktober 15, 2012 § 5 Komentar

Malam

Biar malam ini, sejenak menyandarkan diri pada ketenangan. Pada tempat nyaman yang biasa menyeka pekat lelah seharian. Pada bising di luar yang sudah kupastikan tak terdengar oleh lantunan nasihat-Mu. Senyapnya yang menenangkan bukan karena tak ada suara, tapi karena ada hati yang tenang hingga bising tak mampu datang. Biar malam ini, Kau mengistirahatkan aku barang sebentar.

Biar malam ini, kucoba lagi tapaki jalan menuju mimpi yang mungkin telah usang. Terbata-bata melafalkan dan menghafalkan bagian akhir dari kitab-Mu. Sembari mengernyitkan dahi berulang kali menyadari bodohnya diri. Kala itu berlangsung, adalah waktu tercerah bagiku, yaitu saat sadar bahwa diri ini adalah bodoh lagi alpa, tak ada istimewa. Biar malam ini, Kau nasihatiku lagi.

Biar malam ini, kuhentikan sejenak, semuanya. Ku perlu duduk sebentar, melihat semuanya kembali. Mungkin saja aku tak sadar bahwa panjangnya langkah hanya menyisakan jejak kotor, banyaknya celoteh hanya menyeruakkan bau tak sedap, lincahnya gerak hanya menyakiti tubuh yang lain. Dosa itu banyak, tapi masalahnya ia tak dapat membuatku takut. Ini yang membuatku takut. Biar malam ini, Kau tuntun aku lagi.

Biar malam ini, aku membersamai-Mu dalam hati. Tidak sekilas seperti siang, sore, atau bahkan pagi tadi. Pertemuan panjang nan tenang mungkin bisa buatku senang. Cepatnya waktu, padatnya laku, atau pikiran yang terbelenggu sudah membuat Kau terasa jauh. Walau sadarku memberitahu, bahwa Kau tak pernah beranjak dari mana pun, kecuali sangat dekat denganku. Biarlah malam ini, Kau membersamaiku dengan lekat.

Biar malam ini, aku tersambung dengan-Mu lewat do’a yang panjang dan tenang.

sumber gambar

Partner in Crime

Oktober 15, 2012 § 20 Komentar

Ayah dan anak laki-laki itu, menurut saya, adalah analogi tepat bagi ungkapan “Partner in Crime”. Tentunya, jangan artikan “crime” di sini sebagai kejahatan, tapi ini adalah ungkapan betapa kompak dan padunya dua pihak tersebut: Father and His Son. Belakang saya bisa senyum bahkan sampai tertawa lepas melihat ulah pasangan Partner in Crime di rumah. Al Mosailem Mutsaqqif dan Ayahnya. Mulai dari gaya mereka berdua, aksi mereka, sampai acara nyanyi bareng mereka.


Sedikit dari cuplikan pasangan Partner in Crime yang sempat tertangkap kamera, saya pasang di blog ini. Masa-masa seperti ini pastinya sangat berharga untuk mereka, apalagi dengan kewajiban dinas ayahnya Almo yang jauh dan dalam waktu lama. Semoga bisa jadi penawar rindu nantinya.

 

Apalagi, si Almo ini lebih akrab dengan ayahnya dibanding dengan bundanya, tak bertemu dalam beberapa minggu pun sudah bisa membuat dia demam tinggi.

 

Dan sebenarnya, ada iri saat melihat almo dan ayahnya. Ada rindu yang memanggil masa-masa serta momen yang sama dengan ini. Saat saya dan ayah menjadi pasangan Partner in Crime dulu. Pernah sama-sama menonton ajang balap liar dan sama-sama kabur seketika ada sirine mobil polisi yang membuyarkan ajang balap malam itu. Sama-sama menjajal kecepatan tinggi dari motor yang kami kendarai, bahkan menantang pengendara lain. tapi yang paling saya rindu adalah, perjalanan kami berdua menuju masjid di kala langit masih pekat dan udara dingin berhembus. :’)

Semoga tersampaikan lagi masa-masa itu…

Terima Kasih

Oktober 10, 2012 § 37 Komentar

terima kasih

Terima kasih atas keberanian yang sejenak mengesampingkan segala perhitungan.

Terima kasih atas kekuatan tekad yang sudah lama menahan godaan sekitar.

Terima kasih atas kejujuran yang berhasil menyibak tabir gelap.

Terima kasih atas keterusterangan yang kukuh dalam berucap.

Terima kasih atas kesempatan menggenggam amanah teramat berat.

Terima kasih, Kawan.

dan

Maaf, aku tak menjadi jawaban atas tanyamu di hari lalu.

 

 

sumber gambar di sini

Barisan Dakwah

September 25, 2012 § 15 Komentar

Barisan
sumber gambar
“Dengarkan. janganlah engkau keberatan untuk menghimpun orang-orang yang kurang memiliki ketaatan dan masih melakukan kemaksiatan-kemaksiatan ringan, ke dalam da’wah, selama engkau mengetahui bahwa mereka memiliki rasa takut kepada Allah, menghormati aturan (hukum) dan memiliki sifat patuh. Karena, sesungguhnya mereka itu dalam waktu dekat akan bertaubat. Anggaplah dakwah itu merupakan rumah sakit, tempat dokter melakukan pengobatan, dan di situlah orang yang sakit akan memperoleh kesembuhan. Engkau jangan sampai menutup pintu di hadapan mereka. Justru jika engkau mampu menarik mereka dengan berbagai sarana, lakukanlah. Karena ini adalah tugas pertama dakwah.

Sebaliknya, berhati-hatilah terhadap dua kelompok manusia dan jangan sampai keduanya engkau ikutkan dalam barisan dakwah. Pertama, orang atheis yang tidak punya aqidah. Sekalipun ia menampakkan kebaikan, namun sebenarnya tidak ada yang dapat diharap dari kebaikannya itu, karena sesungguhnya ia jauh dari kalian dari pangkal aqidahnya. Lalu apa yang dapat Anda harapkan darinya? Kedua, orang yang menghormati aturan tetapi tidak menghargai makna ketaatan. Orang yang demikian ini hanya menguntungkan dirinya sendiri, akan tetapi dapat merusak jiwa anggota jama’ah, karena ia dapat menipu dang mengelabui jamaah dengan kebaikannya, serta dapat memecah belah jamaah dengan cara menyelisihinya. Jika engkau mampu mengambil manfaat darinya dalam keadaan ia jauh dari jamaah, maka lakukanlah. Jika tidak, barisan dapat rusak dan kacau. Manusia itu jika melihat ada seseorang di luar shaf, maka mereka tidak mengatakan bahwa ada seseorang yang keluar, akan tetapi mereka akan mengatakan bahwa shafnya bengkok. Maka dari itu, berhati-hatilah.”

-Syaikh Muhammad Sa’id Al Irfi dalam Mudzakiratud da’wah wa da’iyah Hasan Al Banna-

Kekuatan Kata-Kata

September 13, 2012 § 3 Komentar

Kekuatan Kata-Kata

Di beberapa saat, yaitu saat-saat perjuangan yang pahit yang dilakukan ummat di masa yang lalu, saya didatangi oleh gagasan keputusasaan, yang terbentang di depan mata saya dengan jelas sekali. Di saat-saat seperti ini saya bertanya kepada diri saya: Apa gunanya menulis? Apakah nilainya makalah-makalah yang memenuhi halaman koran-koran? Apakah tidak lebih baik dan pada semuanya ini kalau kita mempunyai sebuah pistol dan beberapa peluru, setelah itu kita berjalan ke luar dan menyelesaikan persoalan kita dengan kepala-kepala yang berbuat sewenang-wenang dan melampaui batas? Apa gunanya kita duduk di meja tulis, lalu mengeluarkan semua kemarahan kita dengan kata-kata, dan membuang-buang seluruh tenaga kita untuk sesuatu yang tidak akan sampai kepada kepala-kepala yang harus dihancurkan itu?

Saya tidak menyangkal bahwa detik-detik seperti ini menjadikan saya amat  menderita. Ia memenuhi diriku dengan kegelapan dan keputusasaan. Saya merasa malu kepada diri saya sendiri, sebagaimana malunya seorang yang lemah tidak dapat berbuat sesuatu yang berguna.

Tetapi untunglah saat-saat seperti itu tidak berlangsung lama. Saya kembali mempunyai harapan dalam kekuatan kata-kata. Saya bertemu dengan beberapa orang yang membaca beberapa makalah yang saya tulis, atau saya menerima surat dan sebagian mereka. Lalu kepercayaan saya akan gunanya media seperti ini kembali lagi. Saya merasa bahwa mereka mempercayakan sesuatu kepada saya: sesuatu yang tidak begitu berbentuk yang terdapat dalam diri mereka. Tetapi mereka menunggu-nunggunya, bersiap-siap untuknya dan percaya kepadanya.

Saya merasa bahwa tulisan-tulisan para pejuang yang bebas, tidak semuanya hilang begitu saja, karena ia dapat membangunkan orang-orang yang tidur, membangkitkan semangat orang-orang yang tidak bergerak, dan menciptakan suatu arus kerakyatan yang mengarah kepada suatu tujuan tertentu,

kendatipun belum mengkristal lagi dan belum jelas lagi.

-Sayyid Quthb Rahimahullah-

sayyid Quthb

Percetakan Nada Rawamangun

Percetakan | Foto Copy | Penjilidan | Pengetikan | Design Grafhis | SCAN | Print dan Komputer

akurindupurnama

Cerita Ibun Nara

BASALIM'S BLOG

Daily Life & Learning Blog

Perjalanan Menuju-Nya

kugesa ridha-Mu dengan asa yang tak berujung

Iman Munandar

Inspirasi Kehidupan

Scientia Afifah

bacalah, dan bertumbuhlah!

ummfatih

Just another way to share

Sarah's World

Come, sit down here, and please enjoy my treats.

Capturing Moments

the precious one